Browsed by
Category: mesin

Penjelasan Kemasan Vakum Berbahan Nilon

Penjelasan Kemasan Vakum Berbahan Nilon

Bahan kemasan plastik vakum umumnya terdiri 3 bahan, yaitu bahan plastik LDPE, PED, dan nilon yang kemudian dilaminasi pada sisi-sisinya atau dilakukan sealing. Jenis kemasan kedap udara dari plastik dengan bahan nilon mempunyai tingkat kerapatan pori-pori plastik yang lebih kecil atau lebih rapat dibandingan dengan jenis bahan plastik lain karena dengan adanya barrier nilon, udara tidak akan bisa masuk lagi ketika udara dalam kemasan sudah di vakum keluar.

Sejarah Nilon

Nilon merupakan suatu unsur keluarga polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Produk pertama adalah sikat gigi ber-bulu nilon (1938), dilanjutkan dengan produk yang lebih dikenal, yaitu stoking untuk wanita pada 1940. Bahan nilon dibuat dari rangkaian unit yang ditautkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). Nilon merupakan bahan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat dari bahan anorganik yaitu minyak bumi. Elemen-elemen ini tersusun menjadi monomer dengan bobot molekular rendah, yang selanjutnya akan direaksikan untuk membentuk rantai polimer panjang.

Bahan ini ditujukan untuk dapat menjadi bahan pengganti sintetis dari sutra yang diwujudkan dengan menggunakannya untuk menggantikan sutra sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II pada 1941, yang menyebabkan stoking sulit diperoleh sampai perang berakhir. Pada saat ini serat nilon dipergunakan untuk kain dan tali. Nilon padat digunakan untuk bagian mekanik dan rekayasa.

Penggunaan Bahan Nilon Untuk Pengemasan Produk

Kemasan plastik vakum ini banyak digunakan oleh pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk mengemas produk yang mereka produksi hingga sampai pada masa kadaluarsanya. Keunggulan dari plastik kemasan vakum yaitu bisa digunakan sebagai kemasan yang aman untuk produk makan dan bahan makanan yang akan menjamin kualitas makanan yang ada didalamnya.

Selain itu dengan menggunakan plastik vakum produk yang dikemas akan bertahan lebih lama dibandingkan jika menggunakan plastik biasa karena di dalam kemasan tidak ada udara sehingga membuat tak ada proses yang terjadi dalam kemasan. Sehingga kecil kemungkinan terjadinya pembusukan dalam kemasan. Sehingga produk yang dikemas jadi lebih aman.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Kemasan Plastik Berdasarkan Bentuk Kemasan

Makanan yang sudah dikemas dalam kemasan vakum bisa terlihat fresh dan segar. Proses pengiriman produk yang jauh dengan jarak tempuh yang tidak sebentar tidak akan membuat pedagang khawatir lagi karena tidak akan terjadi pembusukan atau kehancuran pada produk makanan tersebut. Kemasan  vakum atau kemasan kedap udara mempermudah sekaligus menjadi sebuah solusi untuk permasalahan produksi dan pengemasan dengan harga yang terjangkau. Manfaat dari kemasan vakum ini biasanya dimanfaatkan oleh pedagang bandeng presto, pedagang sosis, nugget, dan makanan lainnya yang membutuhkan ruang hampa udara untuk bertahan lebih lama sehingga akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan masih bisa dikonsumsi.

Kemasan kedap udara dapat digunakanan untuk mengemas daging, ikan, sosis, buah bahkan banyak makanan ringan atau snack yang menggunakan kemasan kedap udara sebagai pembungkus makanan. Hal tersebut dilakukan agar isi kemasan terhindar dari bakteri atau mikroorganisme lainnya, bahkan dapat membuat terhindar dari bau apek dan kutu jika digunakan untuk mengemas beras, jagung dan kacang-kacangan lainnya. Kemasan tersebut juga dapat membuat tanggal kadaluarsa suatu produk menjadi lebih lama dari produk biasanya, karena kemasan kedap udara tidak terkontaminasi dengan udara luar.

Selain untuk mengawetkan makanan, kemasan kedap udara juga dipakai untuk mengurangi ukuran kemasan suatu produk, karena bentuk kemasan yang fleksibel serta menggunakan plastik yang berukuran pas dengan bentuk produk yang akan dikemas. Kemasan juga berbobot ringan karena terbuat dari plastik.

Prinsip Pengemasan Vakum Untuk Mengemas Produk Makanan

Prinsip Pengemasan Vakum Untuk Mengemas Produk Makanan

Prinsip pengemasan vakum adalah terjadinya pengeluaran udara dari kemasan makanan. Dalam mengemas produk khususnya produk makanan, kita tidak boleh sembarangan untuk memilih pembungkusnya. Jenis bahan pembungkus atau pengemas produk makanan tanpa kita sadari sangatlah mempengaruhi kondisi makanan yang dikemasnya. Bayangkan saja jika kita mengemas produk makanan menggunakan bahan plastik yang tidak seharusnya digunakan untuk mengemas makanan, atau kemasan lain yang mengandung bahan beracun dan spesifikasinya tidak digunakan untuk mngemas makanan yang ingin kita kemas. Tentunya berbagai bahaya akan mengancam kesehatan anda. Maka dari itu, kemasan vakum banyak digunakan oleh industri sebagai solusi pengemas makanan.

Pengemasan makanan secara vakum telah banyak dikembangkan sekarang ini oleh berbagai macam industri, baik itu industri besar seperti perusahaan makanan hingga industri penjualan kecil dan rumah tangga seperti UMKM. Makanan yang menggunakan kemasan vakum dinilai akan lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan makanan yang tidak menggunakan kemasan vakum. Prinsip pengemasan vakum berdasarkan pada hilangnya udara khususnya unsur oksigen dari dalam kemasan yang dapat menyebabkan kondisi makanan menjadi cepat basi atau rusak. Makanan yang dikemas tersebut akan aman dari oksidasi sehingga produk makanan akan menjadi lebih segar.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Kemasan Plastik Berdasarkan Bentuk Kemasa

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, mesin vakum untuk pengemasan vakum dapat mengemas makanan secara rapi. Prinsip kemasan vakum yang dikembangkan oleh mesin pengemasan vakum adalah memberikan tekanan udara pada kemasan sehingga kemasan akan menggembung. Sebelumnya, kemasan akan diisi dengan gas nitrogen terlebih dahulu untuk melindungi makanan supaya tidak terjadi kerusakan. Setelah itu mesin pengemasan vakum akan secara otomatis melakukan proses sealing.

Bahan Kemasan Kedap Udara

Kemasan kedap udara biasanya dibuat dari bahan plastik LDPE, PET atau nylon. Plastik tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, karena kualitas plastik yang berbeda anatar satu dengan lainnya. Berikut ini ketiga jenis plastik yang digunakan untuk membuat kemasan kedap udara.

LDPE

Low Density Polyethylene (LDPE)  adalah jenis plastik yang dibuat dari minyak bumi atau thermoplastik. Sifat dari plastik jenis LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaannya agak berlemak. Pada suhu kurang dari 60˚C, plastik LDPE sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Kemasan kedap udara yang berbahan LDPE sulit dihancurkan tetapi tetap baik untuk kemasan makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

PET

Polyethylene Terephthalate (PTE/PETE) adalah jenis plastik yang bersifat jernih, transparan dan tembus pandang. Biasanya plastik jenis ini digunakan untuk botol kemasan air mineral. Plastik jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai, atau maksimal tiga kali pakai. Bila terlalu sering digunakan, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan lapisan polimer pada botol meleleh dan mengakibatkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker, karena pembuatan polyethylene terephthalate menggunakan senyawa antimoni trioksida.

Nylon

Nylon atau nilon adalah jenis plastik yang termasuk produk polimer sintetis. Plastik jenis ini memiliki tingkat kekuatan dan elastisitas yang sangat tinggi, karena terdiri dari serat sintetis yang dibuat dari minyak bumi. Nylon biasanya digunakan untuk produk yang membutuhkan daya tahan yang tinggi seperti tali pancing. Produk lain dari nylon yaitu digunakan sebagai bahan kain.

Cara Melepas Laminating

Cara Melepas Laminating

Cara Melepas Laminating – Terkadang dokumen yang sudah di laminating, lupa dibubuhi tanda tangan atau cap. Lalu, apakah harus dilakukan di atas hasil laminating? Hasilnya tidak akan merekat.

cara melepas laminating

Atau hasil laminating kartu yang sudah rusak, apa harus di laminating di atas laminating terdahulu? Hasilnya tidak akan bagus. Bagaimana solusinya. Cara terbaik adalah dengan membuka hasil laminating yang sudah ada dan inilah cara melepas laminating.

Cara melepas laminating tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan, karena jika Anda tidak tahu caranya akan merusak dokumen tersebut.

Hasil laminating yang sering dibuka contohnya adalah Kartu Keluarga, KTP, SIM, Kartu Anggota, Ijazah atau Akta-Akta.

Bayangkan saja jika kita membuka hasil laminating tersebut dan menyebabkan dokumen tersebut rusak, dimana kita bisa mencari gantinya?

Tapi jangan lah khawatir karna Saya akan memberi tahu cara membuka hasil laminating tahap demi tahap dengan cara yang benar.

CARA MELEPAS LAMINATING

Pertama : 

cara melepas laminating

Siapkan terlebih dahulu dokumen yang akan dibuka hasil laminatingnya. Dalam hal ini kami menggunakan kartu.

Kedua :

cara melepas laminating

Panaskan iron plate/laminator/mesin laminating. Suhu yang kami gunakan sekitar 150 derajat agar hasil laminating terlepas sempurna dan tidak ada perekat yang tertinggal pada dokumen.

Namun, bila Anda merasa cukup dengan menggunakan suhu di bawah itu, silahkan saja. Kami sarankan jangan menggunakan setrika karena posisinya tidak stabil.

Dan itu akan merusak permukaan setrika itu sendiri karena plastik laminating mengandung perekat yang akan meleleh jika dipanaskan.

Perekat tersebut yang akan menempel pada permukaan setrika Anda. Sehingga setrika tidak dapat digunakan untuk menyetrika pakaian Anda. Apalagi jika hasil pengerjaan rusak, bisa-bisa rugi 2 kali.

Ketiga :

cara melepas laminating

Letakkan salah satu sisi (depan/belakang) dokumen di atas permukaan aluminium (berada di antara roller berwarna merah).

Sampai bagian sudut laminating mulai lentur atau lemah. Biasanya lapisan laminating akan mulai terlihat terpisah.

Keempat :

cara melepas laminating

Masih di atas aluminium, pisahkan kedua lapisan laminating pada sudut dokumen tersebut dengan bantuan cutter atau pinset. Caranya masukkan cutter pada celah antara plastik laminating bagian atas dan bagian bawah.

cara melepas laminating

Angkat bagian atas plastik laminating sehingga terpisah dari bagian bawahnya sampai batas sudut dokumen.

Kelima :

cara melepas laminating

Masih di atas aluminium, dengan menggunakan bantuan cutter tekan bagian dokumen yang sudah terbuka. Lalu angkat bagian atas plastik laminating dengan menggunakan tangan tapi lebih baik menggunakan pinset secara perlahan sampai semua bagian terlepas dari dokumen.

cara melepas laminating

Harap mengangkat plastik laminating saat memang sudah bisa terlepas saja, jangan dipaksa karena permukaan dokumen akan rusak seperti tulisan terlepas dan menempel pada plastik laminating.

Keenam :

cara melepas laminating

Lakukan hal yang sama untuk bagian belakang atau baliknya sampai semua plastik laminating terpisah.

cara melepas laminating

Setelah semua langkah dilakukan maka dokumen siap untuk di laminating ulang. Sekian dari kami cara melepas laminating. Mudah bukan?

Dan memang cepat sekali perkembangan mesin di Indonesia ini mulai dari mesin photocopy yang berubang menyatu dengan mesin printer, bahkan mesin makanan pun ikur berkembang, seperti mesin kopi yang prosesnya secara otomatis dan dan tidak tertinggal perkembangan dari mesin laminating.

Cara Merawat Dokumen Penting

Dokumen Penting Itu di Laminating Apa di Pres Mika Yang Benar? Dokumens penting yang kami maksud disini adalah seperti Ijazah, Piagam, Kartu Keluarga, KTP, SIM, dan STNK.

Dokumen penting memang harus kita jaga sebaik-baiknya agar tetap awet dan masih terjaga, apalagi Ijazah yang sifatnya sangat penting sekali.

Nah, biasanya semua orang melindungi dokumen-dokumen penting tersebut dengan cara dilaminating dan di pres mika.

Sebenarnya manfaat dari Laminating dan Pres Mika sama saja, yaitu untuk melindungi dokumen penting tersebut menggunakan plastik khusus.

Dokumen Penting Itu di Laminating Apa di Pres Mika Yang Benar? Dokumen seperti ijazah itu dilaminating apa di pres mika sih?

Tanya: Laminating itu seperti apa sih?

Jawab: Laminating adalah membungkus atau melapisi dokumen menggunakan plastik khusus.

Plastik laminating ini sifatnya lengket pada dokumennya, jadi dokumennya sudah tidak bisa diambil lagi. Jika kita memaksa untuk mengambilnya maka dokumen tersebut akan rusak.

Tanya: Pres mika itu seperti apa sih?

Jawab: Pres mika adalah membungkus dokumen menggunakan plastik khusus. Jika dokumen yang di laminating sudah tidak bisa dibuka lagi, maka beda halnya dengan pres mika.

Sifat dari pres mika itu dokumennya masih bisa dibuka lagi, karena plastik pres mika hanya pinggir-pinggirnya saja yang di tutup atau di pres.

Lalu dokumen seperti Ijazah, Piagam, Kartu Keluarga, KTP, SIM, dan STNK harusnya di laminating apa di pres mika?

Kalau menurut saya lihat-lihat dulu sifatnya dokumen tersebut seperti apa. Untuk lebih jelasnya silakan simak artikel saya seperti dibawah ini.

Ijazah

Kalau ijazah saya rasa kita harus melaminatingnya, karena sifat ijazah sudah tidak mungkin kita buka lagi. Kenapa demikian? karena ijazah adalah patokan dari dokumen-dokumen Anda yang lainnya.

Misalnya nih data di KTP tidak sama dengan ijazah, maka yang dijadikan patokan adalah ijazah. Karena ini menurut pengalaman saya sendiri.

Piagam

Kalau piagam saya rasa bebas, bisa dilaminating juga bisa di pres mika, tergantung kesukaan kita saja.

Kartu Keluarga

Kalau Kartu Keluarga saya sarankan agar tidak melaminatingnya, tapi saya menyarankan untuk di Pres Mika saja, kenapa demikian?

karena ini adalah yang disarankan oleh pihak Catatan Sipil atau Instansi Pemerintah karena biasanya Kartu Keluarga masih perlu untuk di revisi, jadi lebih mudah untuk mengambilnya kembali.

Tapi kalo di laminating otomatis sudah tidak bisa di ambil kembali, kalaupun memaksa untuk di buka, sudah pasti dokumennya akan rusak.

KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Di era KTP yang versi elektronik saat ini saya sarankan agar melaminatingnya, kenapa demikian?

karena plastik atau bahan yang digunakan untuk pembuatan KTP yang versi elektronik saat ini ternyata mudah mengelupas dan bahkan mudah sekali patah, saya rasa karena kualitasnya biasa-biasa saja.

Pemerintah juga pernah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengcopy KTP terlalu sering, lalu apa gunanya kita mempunyai KTP kalau KTP nya tidak boleh di fotocopy.

SIM

Untuk SIM sarankan agar Anda melaminatingnya, karena bahan yang dibuat untuk SIM juga mudah patah, apalagi bagi Anda para pria yang sering menaruh SIM di dompet. Biasanya SIM yang dilaminating akan lebih awet dari pada SIM yang tidak dilaminating.

 

STNK

Untuk STNK saya sarankan jangan melaminatingnya tapi di Pres Mika saja, karena tiap tahun STNK perlu untuk di ganti Pajaknya, kalau Anda laminating maka akan sulit di ambil dan dilipat

Karna STNK biasanya di lipat dan ditaruh di dompet, tapi jangan khawatir biasanya di Kantor SAMSAT sudah menyediakan plastiknya yang khusus.

Nah, jika dikemudian hari plastik STNK nya sudah rusak mending di Pres Mika saja atau beli plastik Pres Mika yang khusus untuk STNK.

Demikianlah postingan saya pada kesempatan kali tentang dokumen mana saja yang harus dilaminating dan di Pres Mika.

Semoga informasi yang saya berikan diatas bisa bermanfaat dan apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan sifatnya lebih menggurui saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena niat saya hanya untuk berbagi kepada Anda.

 

Cara Laminating Kertas Sendiri Dirumah

Cara Laminating Kertas Sendiri Dirumah

Apa sih itu Laminating ?

Cara Laminating Kertas Sendiri-Laminating merupakan suatu hal yang sangat mudah untuk dilakukan, dan  sebenarnya saya menulis tutorial ini karena berdasarkan pengalaman saya juga mungkin ada sobat yang membutuhkan.

Mesin laminating biasanya ada di fotocopyan, jika tempat itu lengkap biasanya mesin laminating selalu ada. Kadang juga tidak ada, jika tempat usaha tersebut hanya khusus untuk fotocopy dan cetak dokumen saja.

Anda bisa saja laminating di sana. Entah itu anda ingin laminating KTP, KK (Kartu Keluarga), Ijazah, atau dokumen penting lainnya.

Tapi jika anda tidak jadi laminating di tempat fotocopyan dikarenakan anda sudah punya mesin laminating sendiri dirumah akan tetapi anda tidak bisa mengoperasikannya atau anda lagi tidak biaya sehingga ingin menggunakan kreativitas anda untuk laminating.

cara laminating kertas sendiri

Tidak perlu khawatir, anda bisa ikuti panduan pada artikel dibawah ini untuk cara laminating sendiri bahkan dengan cara yang sangat mudah. Ayo di simak

Cara Mengoperasikan Mesin Laminating

Cara laminating kertas sendiri-Jika punya mesin laminating, menggunakannya jangan sembarangan. Kalau anda tidak tahu menggunakannya akan beresiko rusak karena mesin laminating sifatnya pemanas. Bisa-bisa dokumen anda rusak, tertekuk atau hal tidak diinginkan lainya. Untuk itu, anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini.

Hal yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Laminating

  • Diusahakan Menggunakan Colokan Single

Maksudnya anda gunakan stop kontak atau colokan laminating sendiri. Tidak dicampur dengan colokan power lainnya seperti dicampur dengan colokan televisi, kulkas, handphone dan perangkat lainnya.

  • Memisahkan atau menyendirikan tegangan tujuannya adalah agar aman.

Perlu anda tahu, bahwa mesin laminating membutuhkan daya kira-kira 600 watt di awal. Setelah itu ketika panasnya sudah stabil maka daya akan menurun.

  • Pastikan Anda Paham Dengan Fungsi Panel Laminating

Ternyata gampang memahami panel mesin laminating. Karena panel pada mesin ini tidak banyak, hanya ada 3 panel penting yaitu

  1. ON/OFF fungsinya untuk menghidupkan / mematikan mesin laminating
  2. Tombol Maju/Mundurfungsinya untuk mengatur roll dan arah kertas mau maju atau mundur
  3. Tombol suhu fungsinya untuk mengatur suhu panas. Kadang mesin laminating ada yang dilengkapi dengan thermostat meter ada yang tidak tergantung spesifikasi dan harga yang menyesuaikan

Tes Mesin Laminating

Cara laminating kertas sendiri-Sebelum anda melakukan laminating dokumen anda sebaiknya di tes terlebih dahulu. Terkadang pada roll laminating ada penghambatnya.

Cara mengetesnya yaitu dengan memasukkan kertas kosong pada mesin laminating hingga keluar. Kalau tidak ada masalah / tersangkut mesin laminating berarti aman.

Cara Laminating Kertas Sendiri 

  1. Letakkan dan tata kartu bpjs pada kertas laminating
  2. Gunakan kertas bantu agar kartu bpjs yang ada dalam kertas tidak berubah letaknya
  3. Panaskan mesin laminating hingga lampu indicator berwarna hijau
  4. Masukkan kartu bpjs pada mesin laminating secara perlahan
  5. Lihat hasilnya kalau plastik laminating merekat dengan baik maka berhasil kalau tidak anda bisa ulangi lagi
  6. Potong sesuai ukuran kartu bpjs dengan rapi
  7. Selesai

Nah, buat kalian yang ingin laminating gausah repot-repot pergi ke tempat fotocopyan. Cukup dirumah saja. Bagi yang penasaran dengan cara laminating sendiri. Berikut dibawah ini saya akan membagikan alterfnatif mesin laminating tanpa modal

Alternatif Mesin Laminating Tanpa Modal

Cara laminating kertas sendiri-Selain menggunakan mesin laminating yang ada di usaha fotocopyan maupun milik sendiri (apabila anda punya). Anda bisa menggunakan alternatif lain yang sangat murah bahkan cara ini hampir gratis.

Anda hanya tinggal menyiapkan plastik laminating dan kartu/dokumen yang ingin anda laminating saja. Dan jangan lupa siapkan setrika. Karena setrika inisebagai pengganti mesin laminating.

cara laminating kertas sendiri

Cara Laminating Sendiri Menggunakan Setrika

  1. Panaskan setrika dengan panas yang sedang
  2. Kemudian, masukkan kartu/dokumen pada plastik laminating. Usahakan tata letaknya pas ya.
  3. Letakkan kartu yang sudah di beri plastik laminating di tempat yang datar. Pada bagian atasnya di tutupi kain (jangan terlalu tipis dan tebal). Anda bisa gunakan kain lap.
  4. Setrika pada bagian atasnya, lihat hasilnya apabila kertas laminating ada yang belum melekat sempurna anda bisa ulangi kembali hingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Jenis Laminating

  • Laminating Doft

Efek yang dihasilkan tidak mengkilap, terlihat redup namun tidak menghilangkan hasil cetakan. Fungsinya sama seperti laminating glossy.

  • Laminating Glossy

Laminating yang memberikan efek mengkilap pada media yang yang dilapisi. Aplikasi untuk lamiting cover buku, kartu nama, poster, Xbanner, Roll up banner.

Proses Laminating

  • Laminating Panas

Proses pelapisan laminating dengan temperatur panas yang disesuaikan dengan jenis laminatingnya maupun jenis media yang akan di laminating. Untuk laminating glossy biasanya temperatur lebih panas daripada laminating doft. Proses pemanasan ini untuk menempelkan media plastik ( plastik khusus untuk laminating ) ke media kertas yang akan dilapisi.

  • Laminating Dingin

Media yang akan dilapisi tinggal dimasukkan ke mesin khusus laminating dingin. Tidak perlu pemanasan karena media laminating sudah dilapisi semacam lem untuk merekatkan ke media yang akan di laminating

Ukuran Laminating

Untuk ukuran laminating ini tersedia dari ukuran kecil sampai ukuran besar. Yang kecil dari ukuran postcard sampai yang besar ukuran AO.

Press Laminating

Untuk laminating dokumen keluarga yang umum diketahui seperti untuk laminating KTP, kartu keluarga, ijazah dll. Termasuk jenis laminating glossy dengan proses pemanasan. Tersedia ukuran KTP sampai ukuran A3.

Media yang tipis dan fleksible,digunakan untuk print Xbanner maupun Roll up banner.

  • Glossy Photo

Kertas foto dalam ukuran besar.Cocok untuk print foto dalam ukuran besar yang ingin di bingkai.

  • Korean Cloth

Media seperti kain,bagus untuk mencetak gambar dengan resolusi yang tinggi.

  • Canvas Matte

Media canvas gambar yang diaplikasikan untuk media print,dengan karakter kanvas yang khas maka hasil print pasti akan kelihatan berbeda.