Tips Mudah Untuk Cara Merawat Kambing Etawa

Tips Mudah Untuk Cara Merawat Kambing Etawa

Cara merawat kambing etawa memang gampang-gampang susah. Hewan ini merupakan hasil persilangan kambing Kacang lokal dengan kambing Etawa. Badan kambing ini memiliki ciri cirinya yaitu bulu badannya belang karena hasil percampuran warna bulu kambing Etawa dan Kacang.

Berbadan besar seperti kambing Etawa dengan bobot yang mencapai 91 kg untuk kambing jantan, untuk betina bisa mencaoai 63 kg. Bnetuk hidung, dahi dan tanduk sama persis dengan kambing Etawa.

Cara Merawat Kambing Etawa

1. Pemilihan Bibit

Hal pertama yang perlu diperhatikan agar bisnis ternak kambing etawa yang kalian jalankan sukses yakni pastikan memilih bibit yang unggul. Dalam hal ini hal yang paling utama yakni terkait kesehatan dan juga peranakan dari kambing tersebut. Biasanya bibit yang berpengaruh besar adalah bibit jantan yang unggul.

Nah, ada beberapa hal penting yang perlu kalian lihat saat membeli kambing yaitu tubuh fisiknya yang terlihat sehat, bentuk tubuhnya yang cukup panjang, bentuk kaki yang kompak dan juga lurus.

Selain itu kalian juga perlu memastikan bahwa fisik tubuh dari kambing yang akan kalian beli tidaklah cacat.

2. Kandang

Melakukan beternak kambing etawa usahakan lokasi kandang anda jauh dari pemukiman warga jangan sampai anda mambangun kandang di daerah padat penduduk. Karena akan menimbulkan polusi udara yang cukup menyengat. Hewan ini juga membutuhkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup.

Kandang sebaiknya dibuat dari bahan yang kuat serta murah, yaitu dengan ventilasi cukup, wadah makanan mudah di jangkau, memiliki tempat penampungan kotoran dan mendapat sinar matahari. Berikut syaratnya :

  • Jarak kandang minimal 10 m dari rumah.
  • Bangun kandang tipe kandang panggung agar tidak kena kotoran _+ 0,5m.
  • Tempat wadah pakan setinggi bahu kambing.
  • Jarakantara kambing jantan dan betina dipisahkan, kecuali jika mau di kawinkan.
  • Mendapatkan cukup sinar matahari dan terlindung angin malam.

3. Pemberian Pakan

Jenis pakan kambing terdapat pakan hijauan dan pakan berupa konsentrat, dan tambahan fermentasi lainnya.

Pemberian nutrisi dengan mencampurkan konsentrat dan bekatul dengan perbandingan 3:1, mudahnya bekatul 50%, bungkil kelapa 25%, dan bugkil kacang kacangan 25%. Makanan di berkan sebanyak 2 kali yaitu pada pagi hari dan sore.

Contoh jenis rumput pakan kambing adalah daun nangka, mahoni, rumpur odot, dan lainnya. Untuk mempermudah dalam pemotongan rumput bisa gunakan mesin chopper rumput perajang rumput perajang rumput.Makanan yang di berikan memiliki berat10% dari bobot kambing. Tidak lupa untuk memberi minum sebanyak 1,5–2,5 liter tiap ternak per hari, dengan campuran garam beryodium.

4. Perawatan

Pemberian pakan

Total untuk memberikan paka tergantung pada jenis pakan yang diberikan. Berikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore unutk pakan hijauan, pakan konsentrat dan silase di berikan sebagai selingan, komboran di berikan tiap sore hari. Hal ini penting karena agar kebutuhan pakan terpenuhi.

Perawatan

Hasil keberhasilan dalam usaha ternak, kita juga perlu melakukan perawatan pada kambing. Untuk merawat ternak bisa berupa memberi makan dan minum, pencukuran bulu, pemotongan kuku, membersihkan kandang, dan perawatan lainnya.

Memandikan

Kambing dimandikan sebanyak dua kali dalam sebulan. ternak yang tidak pernah dimandikan akan lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Merawat kambing adalah supaya bisa mencegah penyakit yang ingin bersarang pada kuku atau bulunya. Selain itu, ternak yang bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, sehingga memiliki harga jual.

5. Produksi

Hewan ini melahirkan dua sampai tiga kali dalam waktu dua tahun dimana sekali masa kehamilan rata-rata melahirkan 1-3 anak kambing. Saat sudah memasuki musim kawin, kambing etawa betina bisa dikategorikan cukup dewasa setelah berumur 6 bulan, dan siap dikawinkan ketika telah berumur 10-12 bulan.

Waktu birahi normalnya kambing etawa sekitar 1-2 hari, dengan siklus birahi yang berselang selama 2-3 minggu.

Memasuki musim kawin kambing bisa dilihat dari tingkah lakunya, yaitu terlihat gelisah, nafsu makan dan minum turu, selalu mengibaskan ekornya, sering kencing, serta organ kemaluannya akan bengkak dan basah.

Kambing saat sudah terlihat tanda-tanda diatas maka anda harus segera mengawinkan kambing betina, baik dengan cara langsung maupun dengan suntik kawin atau inseminasi buatan (IB).

6. Panen

Ketika kambing yang sudah menginjak usia dewasa (poel / gigi ompong), yakni usia sekitar 8-12 bulan ini sudah siap panen. Panen kambing dilakukan setiap tahun.

Sedangkan jika anda ingin menjual dengan bobot maksimal atau untuk diikutkan kontes, maka umur 1,5 tahun adalah yang paling ideal. Kambing etawa dewasa harganya adalah Rp.4-6 juta tiap ekor.

Diupayakan masa panen kambing per tahun berpapasan dengan Hari Raya Idul Adha agar harga jual kambing menjadi lebih tinggi dan keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

Begitulah cara merawat kambing etawa bagi pemula, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa baca artikel lainnya untuk yang sedang mencari usaha dan bisnis di tehnoblogija.

Comments are closed.