Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar

Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar

Apakah Anda memiliki peternakan ayam? Ingin membuat pakan sendiri agar lebih hemat? Anda berada di artikel yang pas. Disini saya akan memberikan informasi mengenai cara membuat pakan ayam supaya cepat besar.

cara membuat pakan ayam supaya cepat besar

Dalam beternak ayam, pakan menjadi syarat utama yang perlu diperhatikan karena menjadi kunci kesuksesan dan mencapai hasil ternak yang maksimal.

Jika Anda menghendaki ayam agar cepat besar, sehat, gemuk, dan kuat, Anda harus memberi makan ayam yang mengandung gizi tinggi dan memberi pakan yang tepat.

Akan tetapi banyak sekali peternak yang mengeluh karena terkadang pembelian pakan mempunyai harga yang cukup mahal.

Kenaikan harga pakan tidak serta merta diikuti dengan kenaikan harga ayam per potong, harga ayam tetap sama walaupun harga pakan ayam sudah naik.

Demi menghimpit harga pakan yang mahal, peternak harus pintar-pintar mengakali dengan pakan alternatif dan meracik pakan ternak buatan sendiri, supaya peternak tidak terus merugi dan tetap bisa beternak ayam.

Peternak yang sedang beternak ayam negri, ayam kampung, ayam bangkok dan berbagai jenis ayam lainnya sangat efektif mengikuti cara ini.

Apa yang diperoleh dari membuat pakan ternak sendiri? Peternak dapat menghemat biaya yang dikeluarkan dan pakan juga bermanfaat untuk menambah bobot pada jenis ayam pedaging, menambah produktifitas telur pada jenis ayam kampung dan petelur, meningkatkan kekebalan terhadap penyakit serta menambah nafsu makan ayam.

Meracik pakan ayam ini memerlukan bahan-bahan yang bergizi dengan harga yang dapat ditekan. Pembuatan pakan ayam ini mengunakan bahan-bahan yang cenderung mudah untuk ditemukan.

Cara Beternak Ayam

cara membuat pakan ayam supaya cepat besar

1. Persiapan Kandang

Pada contoh kali ini kita akan beternak ayam kampung. Beternak ayam pada tahap pertama adalah mempersiapkan kandang. Kandang adalah tempat hewan ternak dipelihara. Buatlah kandang yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan rumah yang anda tinggali. Supaya anda dapat memantau kondisi ayam dengan mudah.

Perhatikan syarat-syarat berikut ini :

  • Buatlah kandang yang tertutup sekelilingya supaya ayam tidak berkeliaran hingga menganggu tetangga sekitar Anda.
  • Pembuatan kandang bisa menggunakan bambu yang dianyam maupun dipaku.
  • Bangun kandang yang rapat agar hewan-hewan liar seperti ular dan anjing tidak bisa masuk.
  • Bangunlah kandang dengan tinggi minimal 3 meter. Supaya ayam tidak dapat terbang melewatinya.
  • Batasi kandang dengan sekat menjadi dua bagian, Gunakan satu bagian untuk ayam yang sudah dewasa dan satu untuk ayam muda yang baru ditetaskan.
  • Setelah kandang siap, Anda dapat mempersiapkan kebutuhan lainnya.
  • Semprot kandang seminggu sebelum ayam menepati kandang yang telah dibangun. Supaya tidak ada parasit yang menggangu proses beternak.

 

2. Pemilihan Indukan

Ditahap ke dua dalam beternak ayam adalah pemilihan indukan. Pilih induk yang berkualitas baik karena indukan inilah yang menghasilkan telur dan anak ayam yang mana dimasa mendatang akan dibudidaya dan dijual. Jika Anda memiliki indukan yang baik, sudah pasti keturannya baik pula.

Berikut persyaratannya :

  • Persyaratan indukan jantan sebagai berikut ; sehat tidak ada kecacatan, bulu mengkilap, suara berkokok keras, serta aktif dalam bergerak dan cukup agresif.
  • Persyaratan indukan betina sebagai berikut ; Pilih betina yang memiliki warna menarik, sehat tidak ada kecacatan, ukuran tubuh yang sudah besar, aktif bergerak serta bulu yang mengkilap.
  • Tidak ada patokan perbandingan antara pejantan dan betina yang ideal.
  • Malahan Anda bisa mengisi hingga 10 betina dengan 1 pejantan di dalam 1  kandang.
  • Sesudah Anda mempunyai indukan yang siap bereproduksi, silahkan masukkan semua indukan dalam 1 kandang.
  • Kawinkan kedua indukan agar induk betina dapat segera bertelur dan proses budidaya terus berjalan.

 

3. Proses Pengawinan Indukan

Tahap ketiga dalam beternak ayam kampung adalah pengawinan indukan. Sesudah induk dilepas ke dalam kandang, mereka akan beradaptasi selama beberapa hari dengan lingkungan kandang.

Berikan pakan tambahan untuk indukan. Perkawinan antara indukan jantan dan betina akan terjadi jika mereka sudah siap kawin. Perkawinan terjadi secara alamiah, oleh sebab itu Anda tidak dapat mempercepat proses perkawinan. Yang bisa anda lakukan hanya menunggu hingga kedua indukan melakukan perkawinan dan memberi mereka pakan.

Sesudah mereka sudah melakukan perkawinan, tetap berikan mereka pakan sebanyak 3 kali sehari. Beri pakan seperti racikan yang ada dibagian bawah artikel ini karena mengandung gizi yang tinggi untuk indukan ayam. Biasanya perkawinan yang berhasil ditunjukkan dengan meningkatnya kerewelan sang indukan betina.

Sang indukan betina akan sering berkokok yang menandakan waktunya untuk bertelur. Pisahkan sang betina ke kandang yang sebelah sebagai tempat indukan betina bertelur. Umumnya ayam mengahasilkan telur setidaknya 5 butir hingga 14 butir telur dalam sekali bertelur.

 

4. Proses Penetasan Telur

Proses penetasan telur adalah tahap ke empat. Umumnya, proses penetasan ini menggunakan metode alami maupun buatan. Apabila ditetaskan menggunakan metode buatan maka akan membutuhkan waktu yang lebih sedikit yaitu hanya sekitar 14 sampai 20 hari.

Sementara itu apabila ditetaskan menggunakan metode alami maka akan memerlukan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 25 sampai 35 hari. Karena itulah penetasan metode buatan lebih menguntungkan dalam beternak ayam.

  • Buat kotak untuk menetaskan telur berukuran sesuai yang anda butuhkan.
  • Masukkan lampu bohlam atau neon dengan daya 10 watt.
  • Letakkan lampu diatas telur, lalu biarkan sampai telur menetas.
  • Telur akan mulai menetas setelah 14 sampai 20 hari. Sesudah telur menetas maka Anda harus melakukan perawatan dan pemeliharaan yang lebih intensif.

 

5. Memelihara Anakan Ayam Kampung

Dikarenakan telur mulai menetas, maka Anda harus melakukan pemeliharaan yang lebih intensif. Pemeliharaan yang dimaksud adalah memberi pakan yang teratur. Gunakan pakan dan minum khusus, yakni pakan yang halus seperti jagung digiling halus.

Beri pakan ini sampai anak ayam berumur 2 bulan. Jika sudah berusia lebih dari 2 bulan, anak ayam dapat dipindah ke kandang ayam dewasa.

 

6. Proses Penjualan

Terakhir, dalam beternak adalah menjual ayam. Anak ayam yang berumur 1 sampai 3 bulan sudah bisa dijual ke pasaran. Tentu dalam berjualan ayam tidak berpatokan pada umur saja, hal lain seperti bobot atau berat tubuh ayam dapat mempengaruhi nilai jual ayam tersebut.

Standarnya, berat ideal ayam yang dijual untuk konsumsi sekitar 1 sampai 2 kg. Harga akan bergantung pada permintaan pasar. Oleh karena itu kita harus mengikuti standar yang ada di pasaran. Ayam selain menghasilkan daging, juga menghasilkan telur yang dapat dijual ke pasaran dengan harga yang lumayan untuk ayam kampung.

Jenis-Jenis Pakan Ayam

Dibawah ini merupakan makanan ayam yang umum diberikan kepada ayam

1. Pollard

Adalah pakan ayam yang berasal dari gandum yang diolah menjadi tepung terigu. Pakan ini dikenal dengan nama dadak gandum. Pollard mengandung banyak kandungan protein sekitar 15%, lemak 4% dan serat 9%. Yang sangat bagus untuk perkembangan tumbuh si ayam.

Tetapi pollard mengandung energi metabolis yang lumayan tinggi hingga 1700kkal/kg, sehingga dapat menyebabkan ayam mencret. Maka dari itu batasi pemberian pakan jenis ini pada ayam ternak Anda.

2. Dedak Padi

Dhedak padi berasal dari padi yang diolah menjadi beras. Pakan ini dikenal dengan nama bekatul atau katul. Bekatul mengandung asam amino dan sumber energi yang lumayan tinggi di dalamnya.

Bekatul mengandung lemak yang dapat menyebabkan gumpalan yang menjadi penyebab timbulnya bau tengik. Didalamnya juga mengandung serat sekitar 12% yang sangat sulit dicerna oleh ayam. Jadi sebaiknya Anda juga membatasi pemberian jenis pakan ini kepada ayam.

3. Jagung

Bahan ini sering digunakan oleh peternak ayam menjadi pakan utama karena jagung mengandung karbohidrat serta gizi yang lumayan tinggi. Jagung yang digunakan untuk pakan ayam ada beberapa jenis yaitu adalah jagung merah, jagung kuning dan jagung putih.

Dari ketiga jenis jagung tersebut, jagung kuninglah yang paling baik. Dikarenakan jagung kuning mengandung nutrisi yang lumayan tinggi dan juga pro vitamin yang lumayan banyak di dalam jagung tersebut. Selain itu, jagung juga baik dan mudah untuk dicerna.

Anda juga bisa menanam jagung supaya mengehemat pengeluaran dalam membeli pakan ayam.

4. Tepung Tulang

Tulang dapat mudah didapatkan dari tempat yang melakukan pemotongan hewan seperti ayam atau hewan semacamnya lainnya. Cara pembuatan tepung tulang juga tergolong mudah.

Pertama, rebuslah tulang yang telah dikumpulkan. Tahap kedua adalah mengeringkan tulang yang sudah direbus. Tahap ketiga giling tulang yang sudah kering hingga benar-benar halus.

Kandungan tepung tulang adalah kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk pembentukan tulang ayam.

5. Singkong

Mengandung zat antinutrien sianogenik glukosida membuat singkong menjadi kurang baik untuk menjadi pakan ayam. Akan tetapi hal tersebut dapat diakali.

Pembuatnya dapat menjemurnya terlebih dahulu hingga menjadi gaplek untuk menghilangkan zat yang kurang baik tersebut.

6. Sorgum

Berbeda dengan pakan sebelumnya, sorgum lebih sulit didapatkan. Sorgum bisa didapatkan di daerah tertentu saja.

Anda juga harus membatasi pemberian sorgum pada ayam karena sorgum mengandung tanin yang menghambat penyerapan protein pada ayam hingga menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat dan mengakibatkan kelainan pada kaki ayam ternak.

Daerah tertentu memiliki nama lain, tergantung dari daerah mana sorgum disebut. Nama lain sorgum antara lain cantrik, batar tojeng, dan cantel.

7. Minyak atau Lemak

Penggunaan minyak atau lemak umumnya dicampur bersama pakan lain seperti dedak atau bekatul. Lemak ini bermanfaat untuk menambah kefisienan pakan, menambah rasa, warna dan mengurangi debu pada pakan.

8. Kacang Kedelai

Protein banyak terkandung di dalam kacang kedelai. Dikarenakan kandungan proteinnya yang cukup tinggi, membuat kacang kedelai bermanfaat untuk membantu dalam pertumbuhan ayam.

Tetapi kita harus tetap mengatur pemberian pakan ini pada ayam yang kita ternak, jangan beri pakan secara berlebihan.

9. Bungkil Kelapa

Biasa didapat dari sisa pengolahan minyak kelapa, bungkil didapatkan dengan cara berikut, daging kelapa dikeringkan, lalu ambil minyak kelapa yang dihasilkan sehingga nanti hanya tersisa bungkil kelapanya saja.

Bungkil kelapa dalam penggunaanya dicampurkan dengan dedak maupun bekatul sebagai tambahan.

10. Tepung Ikan

Tambahan pakan tepung ikan berasal dari ikan yang diolah dan dikeringkan. Kemudian ikan digiling hingga halus sampai menjadi tepung. Sisa-sisa ikan yang sudah tidak layak konsumsi manusia diolah kembali sehingga dapat menjadi pakan ternak yang lebih bermanfaat.

11. Tepung Bulu Unggas 

Tak layak dikonsumsi manusia, membuat bulu unggas diolah kembali menjadi pakan ternak yang lebih bermanfaat.

Begini cara pembuatannya, bulu dimasak di suhu yang cukup tinggi lalu ditiriskan dan di keringkan. Setelah kering, bulu digiling halus hingga menjadi tepung. Campurkan tepung bulu ayam ini pada campuran pakan ayam.

12. Tepung Siput atau Keong Mas

Cangkang keong mas dan siput yang dijadikan tepung mengandung banyak protein hingga mencapai 52%.

Caranya, pertama rebus keong atau siput yang sudah disediakan dengan campuran garam. Kedua, tiriskan keong atau siput yang telah direbus. Ketiga, jemur keong atau siput hingga kering seluruhnya. Terakhir giling keong dan siput hingga halus sampai menjadi tepung.

13. Pelet

Menjadi pakan yang disukai ayam. Penggunaanya juga mudah, hanya melemparkkan ke halaman kandang maka ayam akan langsung menyerbuka pelet tersebut. Pelet dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan pakan jenis tepung.

Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar

Dibawah ini cara membuat pakan ayam supaya cepat besar berdasarkan jenis ayam

 

1. Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar Jenis Ayam Kampung

Bahan pakan :

  • Umbi atau daun pohon talas dan tangkainya;
  • Dedak bekatul;
  • Beras; dan
  • Tepung tulang.

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Langkah pertama yang dilakukan adalah cincang umbi talas atau daunnya sampai ukurannya sangat kecil, maksimal 1 cm.
  2. Sesudah bahannya dicincang, campur umbi dengan bekatul, tepung tulang, dan beras lalu tambahkan air secukupnya.
  3. Panaskan campuran bahan tersebut hingga segala bahan hancur dan tercampur dengan rata.
  4. Setelah segala bahan-bahan tercampur, angkat dan dinginkan sebelum Anda memberikannya  kepada ayam kampung.

 

2. Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar Jenis Ayam Pedaging

Bahan-bahan pakan :

  • 6 kg jagung;
  • 0,2 kg bekatul;
  • 0,2 kg tepung gaplek;
  • 0,3 kg tepung darah;
  • 1,4 kg tepung ikan;
  • 0,7 kg kedelai;
  • 0,5 kg bungkil pepaya;
  • 0,1 kg bungkil biji kapuk;
  • 0,2 kg daun pepaya;
  • 0,4 kg tepung bulu unggas; dan
  • 0,05 kg premix.

Langkah pembuatan:

  1. Campurkan segala bahan menjadi satu, kemudian haluskan bahan tersebut sampai berubah menjadi tepung.
  2. Gunakan mesin dalam menghaluskan campuran bahan tersebut agar mudah dan mempercepat penghalusan bahan.
  3. Bila segala campuran bahan menjadi tepung, aduklah bahan tersebut sampai segala komponen campuran tarcampur dengan rata.
  4. Kukus campuran bahan tersebut menggunakan api besar supaya cepat matang
  5. Angkat dan dinginkan campuran tersebut dan cetaklah campuran tersebut menggunakan mesin pembuat pelet.
  6. Pelet yang tercetak dikeringkkan. Jika sudah kering maka pelet siap diberikan kepada ayam.

 

3. Cara Membuat Pakan Ayam Supaya Cepat Besar Jenis Ayam Petelur

Bahannya:

  • Biji Jagung giling;
  • Kacang tanah;
  • katul;
  • Sorgum;
  • Tepung ikan;
  • Singkong;
  • Dedak padi;
  • Sisa produksi tahu;
  • Kelapa sisa olahan;
  • Ampas kedelai; dan
  • Limbah pertanian dari rumah tangga.

Cara pembuatan:

    1. Langkah pertama yang dilakukan adalah jemur segala bahan sampai kering selama 1 sampai 2 minggu.
    2. Lalu campur segala bahan dan aduk sampai rata.
    3. Apabila Anda kesulitan dalam mengaduk, Anda dapat mencampurnya menggunakan mesin penghalus.
    4. Sesudah segala bahan tercampur dengan baik, jemurlah bahan tersebut sampai kering selama 1 sampai 2 hari dengan bantuan sinar matahari.
    5. Apabila bahan sudah kering, masukkan  ke dalam tempat yang tersedia sehingga semua bahan tercampur lagi.
    6. Jika perlu, tambahkan suplemen tambahan pada pakan yang diberikan pada ayam guna membantu mempercepat pertumbuhan ayam petelur.
    7. Campurlah bahan yang telah dibuat dengan air secukupnya. Pakan siap diberikan pada ayam.

Jika anda membuat pakan ayam dalam jumlah yang besar, Anda dapat menggunakan mesin pembuat pakan ayam untuk membantu pekerjaan Anda.

Pemberian Pakan Ayam
Jangan memberikan pakan dengan tergesa-gesa, selalu tepati jadwal pemberian makan, jangan sampai telat dan juga jangan terlalu cepat sehingga pemberian makan bisa teratur. Berikan pakan ayam sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Perhatikan perut ayam setelah ayam memakan pakan tersebut, apabila belum menggembung itu berarti pakan yang anda berikan kurang.

Bila Anda menemukan ayam yang sakit, segera pisahkan ayam tersebut dari gerombolan ayam lainnya supaya tidak ikut terjangkit penyakit yang sama.

Itulah yang dapat saya sampaikan, semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat membantu para peternak yang sedang membudidaya ayam. Sekian dan terima kasih.

Comments are closed.