Penjelasan Kemasan Vakum Berbahan Nilon

Penjelasan Kemasan Vakum Berbahan Nilon

Bahan kemasan plastik vakum umumnya terdiri 3 bahan, yaitu bahan plastik LDPE, PED, dan nilon yang kemudian dilaminasi pada sisi-sisinya atau dilakukan sealing. Jenis kemasan kedap udara dari plastik dengan bahan nilon mempunyai tingkat kerapatan pori-pori plastik yang lebih kecil atau lebih rapat dibandingan dengan jenis bahan plastik lain karena dengan adanya barrier nilon, udara tidak akan bisa masuk lagi ketika udara dalam kemasan sudah di vakum keluar.

Sejarah Nilon

Nilon merupakan suatu unsur keluarga polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Produk pertama adalah sikat gigi ber-bulu nilon (1938), dilanjutkan dengan produk yang lebih dikenal, yaitu stoking untuk wanita pada 1940. Bahan nilon dibuat dari rangkaian unit yang ditautkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA). Nilon merupakan bahan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan merupakan serat sintetik pertama yang dibuat dari bahan anorganik yaitu minyak bumi. Elemen-elemen ini tersusun menjadi monomer dengan bobot molekular rendah, yang selanjutnya akan direaksikan untuk membentuk rantai polimer panjang.

Bahan ini ditujukan untuk dapat menjadi bahan pengganti sintetis dari sutra yang diwujudkan dengan menggunakannya untuk menggantikan sutra sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II pada 1941, yang menyebabkan stoking sulit diperoleh sampai perang berakhir. Pada saat ini serat nilon dipergunakan untuk kain dan tali. Nilon padat digunakan untuk bagian mekanik dan rekayasa.

Penggunaan Bahan Nilon Untuk Pengemasan Produk

Kemasan plastik vakum ini banyak digunakan oleh pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk mengemas produk yang mereka produksi hingga sampai pada masa kadaluarsanya. Keunggulan dari plastik kemasan vakum yaitu bisa digunakan sebagai kemasan yang aman untuk produk makan dan bahan makanan yang akan menjamin kualitas makanan yang ada didalamnya.

Selain itu dengan menggunakan plastik vakum produk yang dikemas akan bertahan lebih lama dibandingkan jika menggunakan plastik biasa karena di dalam kemasan tidak ada udara sehingga membuat tak ada proses yang terjadi dalam kemasan. Sehingga kecil kemungkinan terjadinya pembusukan dalam kemasan. Sehingga produk yang dikemas jadi lebih aman.

Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Kemasan Plastik Berdasarkan Bentuk Kemasan

Makanan yang sudah dikemas dalam kemasan vakum bisa terlihat fresh dan segar. Proses pengiriman produk yang jauh dengan jarak tempuh yang tidak sebentar tidak akan membuat pedagang khawatir lagi karena tidak akan terjadi pembusukan atau kehancuran pada produk makanan tersebut. KemasanĀ  vakum atau kemasan kedap udara mempermudah sekaligus menjadi sebuah solusi untuk permasalahan produksi dan pengemasan dengan harga yang terjangkau. Manfaat dari kemasan vakum ini biasanya dimanfaatkan oleh pedagang bandeng presto, pedagang sosis, nugget, dan makanan lainnya yang membutuhkan ruang hampa udara untuk bertahan lebih lama sehingga akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan masih bisa dikonsumsi.

Kemasan kedap udara dapat digunakanan untuk mengemas daging, ikan, sosis, buah bahkan banyak makanan ringan atau snack yang menggunakan kemasan kedap udara sebagai pembungkus makanan. Hal tersebut dilakukan agar isi kemasan terhindar dari bakteri atau mikroorganisme lainnya, bahkan dapat membuat terhindar dari bau apek dan kutu jika digunakan untuk mengemas beras, jagung dan kacang-kacangan lainnya. Kemasan tersebut juga dapat membuat tanggal kadaluarsa suatu produk menjadi lebih lama dari produk biasanya, karena kemasan kedap udara tidak terkontaminasi dengan udara luar.

Selain untuk mengawetkan makanan, kemasan kedap udara juga dipakai untuk mengurangi ukuran kemasan suatu produk, karena bentuk kemasan yang fleksibel serta menggunakan plastik yang berukuran pas dengan bentuk produk yang akan dikemas. Kemasan juga berbobot ringan karena terbuat dari plastik.

Comments are closed.