Kegunaan Daging Sapi Has Dalam dan Olahannya

Kegunaan Daging Sapi Has Dalam dan Olahannya

Daging sapi atau daging pada umumnya adalah jaringan otot yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Pada setiap daerah, penggunaan daging ini akan berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Sebagai contoh daging sapi bagian has luar, daging iga dan T-Bone sangat umum digunakan di Eropa dan di Amerika Serikat sebagai bahan pembuatan steak sehingga bagian sapi ini sangat banyak diperdagangkan. Akan tetapi seperti di Indonesia dan di berbagai negara Asia lainnya bagian daging ini banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan seperti sup konro dan rendang.

Baca juga : Resep Bakso Pedas Mercon, Yang Suka Pedas Wajib Coba

Selain itu terdapat beberapa bagian daging sapi lain seperti lidah, hati , hidung, jeroan dan buntut hanya digunakan di berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan. Daging sapi bagian paha depan atau dikenal juga sebagai chuck adalah bagian daging sapi yang berasal dari bagian atas paha depan. Ciri daging bagian ini adalah berbentuk potongan segiempat dengan ketebalan sekitar 2-3 cm, dengan bagian dari tulang pundak masih menempel ke bagian paha sampai ke bagian terluar dari punuk. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat bakso.

Daging sapi bagian has dalam atau fillet atau tenderloin adalah daging sapi dari bagian tengah badan. Sesuai dengan karakteristik bagian daging has, daging ini terdiri dari bagian-bagian otot utama di sekitar bagian tulang belakang, dan kurang lebih di antara bahu dan tulang panggul. Daging pada daerah ini adalah bagian yang paling lunak, karena otot-otot di bagian ini jarang dipakai untuk beraktivitas. Biasanya bagian daging has dalam ini digunakan untuk membuat steak atau rendang.

Penggunaan Daging Sapi Has Dalam Untuk Rendang

Rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International pada tahun 2011. Masakan Rendang Daging Sapi atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dibuat dari proses memasak yang memakai proses dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasak daging rendang memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Masakan Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dari biasanya dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Masakan Rendang dapat ditemui di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Rendang sangat populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Pada daerah asalnya, Minangkabau, masakan rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Walaupun masakan rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu yang berbeda.

Proses memasak rendang yang dilakukan orang Minangkabau asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam). Potongan daging sapi dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah rendang mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang haruslah sabar karena durasi memasak yang cukup lama, rendang harus senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak rendang ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena masakan rendang menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.

Comments are closed.